Love is written all over us
Kau bilang kau hendak berjalan2 ke pecinan di kota mencari pernak pernik kecil
Waktu itu kau anak baru di kota, sedangkan aku yang sudah manahun disitu bosan butuh hiburan
Entah gerak otomatis darimana, bibirku melontarkan kalimat ajakan itu padamu
Mungkin saking butuh angin segar
Padahal jam jam itu aku baru mulai menghapal wajahmu.
Sesaat kemudian ragu2 mulai menjambani kepalaku
Dua orang asing melancong berdua mengelilingi kota
Apa tidak terlalu intim pikirku.
Belum lagi segudang alasan kenapa seharusnya kata TIDAK menjadi pilihan
Ah monoton sekali dengan semua aturan
Herannya situasi seperti mengendalikan maunya sendiri
Lewat satu perempatan jalan,
Tanpa basa basi kau telanjangi rahasia hidupmu
Seperti minum serutan es sampai otakku membeku
Rasa sensasi yang aneh luar biasa itu mengasyikan namun sakit dalam waktu yang sama
Aku bingung dengan respon otomatis itu
Namun seperti awan memberitahukanku akan ada hujan
Aku meminjamkan telingaku dengan tenang mendengar
Curahan air yang begitu hebatnya terkucur
Walaupun tanpa mau kuakui aku turut merasakan
Airnya menetes dingin di sekujur badanku
Datang dengan tangan kosong kedua orang asing ini
Pulang berbekalkan lebih dari ingatan akan wajah
Masing masing menyisipkan hadiah terindah utk yang laen
Dua orang asing yg berbagi..
Mungkin tak terlalu asing lagi?
to be continued.
mee@rendevouz 2009